Cerita UMKMHotnews

Tak mau menyerah karena Pandemi Cipto manfaatkan sosmed untuk pasarkan kerajinanya

Borobudur (kaliprogo.com) Di Desa gedongan Wanurejo Borobudur rt01 rw05 Magelang Jawa tengah, pengrajin yang dikenal dengan Cipto, tampak sibuk mempersiapkan beberapa potongan kayu untuk bahan pembuatan Rak, tak lain adalah Cipto Rack Maker.

Pria tamatan SLTA ini muncul ide ketika melihat sampah kayu yang cukup banyak disekitar rumahnya, berawal dari itu kemudian ia mulai menjalankan usaha pembuatan rak.

Usaha Rak ini sendiri selain menambah penghasilan, peminatnya juga makin bertambah seiring dengan tren dekorasi minimalis.

Sebelum memulai usaha Cipto yang awalnya seorang Buruh pabrik dengan upah Rp 1.5 juta perbulan, memutuskan untuk berwirausaha memanfaatkan kerajinan kayu bekas, berbekal modal tabungan yang ia sisihkan sebesar 10juta rupiah.

Ia menceritakan Pertama kali jualan itu dari mulut ke mulut, dan kebetulan tetangga berminat, terjual 1 unit dengan harga 70rb

Seiring waktu kini produk rak buatan cipto semakin bertambah hingga menjadi 7 model, agar pembeli mempunyai banyak pilihan.

Salah satu kerajinan rak favorit yang banyak diburu oleh pembeli biasanya adalah rak tempat buku tingkat 2 seharga Rp 40rb, disusul rak tingkat 3 seharga Rp 50rb, dan yang termahal adalah rak tingkat 7 seharga Rp 90rb.

Tak terasa kini Cipto sudah menjalankan usaha selama 10 tahun, dengan pemasaran di sekitar Magelang dan beberapa kota terdekat.

Dari usaha ini Cipto mengaku mendapatkan omset jutaan setiap bulanya, cukup untuk kebutuhan rumah dan usaha.

Kendala saat ini yang dihadapi saat ini adalah minimnya peralatan dan mencari bahan baku kayu bekas untuk saat ini, iapun lantas menggunakan bahan baku baru.

Iapun yakin rak buatanya kedepanya masih diterima dengan baik oleh pelanggan dan pasarnya tetap akan ada.

Untuk tetap bertahan di bisnis rak ditengah persaingan yang semakin ketat
iapun berujar untuk terus, meningkatkan kualitas hasil jadi kerajinanya, dan tentunya lebih aktif berpromosi agar pemasukan usaha terus terjaga.

Bagi yang ingin melakukan usaha serupa Cipto menekankan ada baiknya untuk saling membantu, karena terkadang dengan saling membantu bisa sama-sama menjualkan kerajinan masing-masing.

Tak mau kalah dengan teknologi digital kinipun ia aktif memasarkan melalui media sosial, selain menerima kunjungan di rumahnya.

Bagi Cipto Pandemi kali ini memang sedikit mengalami penurunan penjualan namun ia tetap yakin ekonomi akan segera pulih, sehingga hal terbaik adalah menggencarkan promosi baik secara online maupun offline.

Lantas iapun mempersilahkan apabila ada pelanggan yang ingin memesan kerajinan rak buatanya bisa langsung datang kerumahnya. Kontributor : Anang

Related Articles

Back to top button