Cerita UMKMHotnews

Dari modal 200rb, menjadi Konveksi dengan omset ratusan juta.

Muntilan – (kaliprogo.com) Siapa yang ingin membuka usaha konveksi?, usaha pembuatan aneka kaos dan sablon ini ternyata bisa dimulai dari kecil lho, syaratnya apa? kita bisa belajar dari Ipang Production berikut ini.

Pernah bekerja di sebuah pabrik konveksi, membuat sang pemilik usaha Ipang Production, Anisa dan suami memiliki impian untuk membuka pabrik sendiri, dan membuktikan bahwa semua bisa dimulai selama kita memiliki impian.

Dengan menggunakan Brand usaha Ipang Production, usaha yang terletak di Jl. Nepen, RT.2/RW.5, Nlepen, Gunungpring, Kec. Muntilan, Magelang, Jawa Tengah 56415 ini kian hari semakin berkibar, bahkan disaat pandemi.

Sang suami yang memiliki pengetahuan di bidang sablon dikombinasikan dengan kemampuan Anisa yang memiliki kemampuan Manajemen jebolan dari salah satu pabrik dikabupaten Magelang.

Sebelumnya Anisa sendiri juga pernah usaha cilok keliling SD dengan pendapatan bersih 20rb saat awal-awal merintis usaha konveksi, dari situlah mulai dikumpulkan hingga mencapai 200rb rupiah, untuk diberikan peralatan sablon sederhana.

Iapun mengaku pernah diejek dan di cemooh oleh orang-orang sekitar, namun akhirnya kerja kerasnya mendapatkan hasil yang istimewa, kini usahanya berkembang dan menghasilkan omset ratusan juta rupiah perbulannya.

Berawal dari order beberapa orang terdekat, lama-kelamaan usahanya semakin dikenal, disitulah kemampuan manajemen Anisa mulai digunakan, ia mulai menambah peralatan secara perlahan, mulai dari melengkapi peralatan sablon, mesin jahit hingga berbagai perlengkap untuk usahanya.

Kini setelah 6 tahun beroperasi, konveksi Ipang production sudah menghasilkan lebih dari 30 jenis produk andalan.

Mulai dari kaos, hem, setelan, gamis, celana dan lain-lain. untuk bahan bakunya sendiri ia mengambil dari beberapa toko bahan baku di magelang dan jogjakarta.

Saat ini rata – rata dari puluhan produknya, kaos masih menjadi andalan produksi ipang production, karena lebih mudah terjual dan banyak dibeli komunitas, ataupun perkantoran, harganya sendiri ia bandrol seharga 55rb s/d 65rb.

Pangsa pasarnya sendiri ia mengaku saat ini masih seputar di Indonesia, namun pasarnya masih bagus selama pandemi, untuk menyiasati persaingan dengan usaha sejenis ia mengaku terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang terjadi saat ini. Doc – Ardy

Related Articles

Back to top button