Cerita UMKMHotnewsInspirasiKuliner

Sosok Bu Nining yang sukses kembangan minuman jahe instant asal Borobudur

Magelang (kaliprogo.com) Borobudur tidak sekedar candi saja. Banyak ciri khas lain yang tersembunyi dibalik megahnya Borobudur. Salah satunya, minuman khas yang terbuat dari bahan alami daerah setempat.

Minuman tersebut sangat berkhasiat untuk tubuh. Yakni, minuman sehat “Jahe Jayaning” yang diproduksi sendiri oleh pemiliknya, Nining Hanifah Tsani. Beralamat di Jalan Syaelendra, Jayan, RT 02/ RW 01 Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Awal mula, dirinya memulai usaha dengan belajar dari saudaranya. Ia kemudian mencoba dengan kemasan plastik berukuran 0,5 Kilogram. Kemudian ditawarkan kepada rekannya.

“Memang dari dulu saya suka bikin minuman herbal berbahan baku Jahe. Dari dana seadanya yang saya miliki kemudian saya kembangkan usaha ini. Awal mula penjualan ke alumni sekolah dulu, kemudian ibu – ibu PKK, organisasi dan juga keluarga,” kata Nining,

Ia beralasan, memilih usaha minuman instan Jahe ini karena masyarakat semakin sadar pentingnya khasiat Jahe. Menurutnya, Jahe adalah bahan baku minuman herbal yang selalu dibutuhkan masyarakat luas.

“Khasiat Jahe ini luar bisa bagi tubuh. Juga sudah dikenal dari zaman dahulu. Secara pribadi ya ingin melengkapi minuman herbal/rempah berbahan baku Jahe yang ada di Borobudur sebagai kawasan wisata internasional,” terangnya.

Sebelum usaha ini, Nining sudah memulai usah produksi susu kedelai cair. Setiap pagi hari dibawa atau dititipkan tukang sayur keliling. Pendapatan bersih Rp. 50 ribu per hari. Sementara, untuk jelang lebaran juga produksi kue eggroll.

“Alhamdulillaah sejak bulan April tahun 2018, saudara yang kuliah Teknologi Pangan Universitas Diponegoro (Undip) menyarankan untuk produksi olahan Jahe dengan kadar pedasnya berlever. Dari situ pangsa pasar olahan Jahe ini meningkat,” ucapnya.

Nining menyebut, varian macam olahannya ada Jahe aren super ekstra pedas rendah gula, Jahe arena medium, dan Jahe secang medium. Katanya, bahan baku yang dibutuhkan juga masih terjangkau.

“Yang paling favorit Jahe aren super ekstra pedas rendah gula dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan yang Jahe aren dan secang medium harganya Rp 15 ribu,” tambahnya.

Dari usaha ini, Nining bisa mendapat laba bersih sekitar Rp 3 – 4 juta sebulan. Menurutnya, kunci sukses merintis usaha adalah ketekunan.

“Intinya, ada kemauan keras untuk mencoba. Seiring berjalannya waktu, ditawari juga ikut pelatihan oleh Dinas. Bermula dari itu sehingga juga bertemu temen dan pengusaha senior. Semua akan berkembang dengan ketekunan,” imbuhnya.

Untuk bisa tetap bertahan, Nining berusaha komitmen tidak merubah cita rasa khas Jahe. Menurutnya, untuk menjaga kualitas produk harus ada keunggulan atau ciri khas tersendiri.

“Alhamdulillah, selama ini produk Jayaning sudah sampai kota besar diseluruh Indonesia. Juga sudah go Internasional sampai Malaysia, Brunei, dan Sudan,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button