Cerita UMKMHotnewsKulinerWisata

Kembangkan potensi lokal, Nano hadirkan kopi coklat di Bigaran Borobudur

Borobudur (kaliprogo.com) Di Desa Wisata Bigaran Borobudur seorang pria yang berusia 40 tahun bernama Nano Widodo, sukses membuat produk olahan pangan berupa kopi cokelat yang laris manis hingga terjual hingga berbagai pelosok daerah.

Menggunakan bendera usaha Q Cokelat , Nano mengembangkan beberapa produk olahan pangan dan juga kedai kopi cokelat.

Outlet Q Cokelatnya sendiri beralamat di desa wisata Bigaran Borobudur Magelang Jawa Tengah

Usaha ini sendiri sudah dirintissejak tahun 2016, dengan fokus menggarap produk olahan bidang pertanian dan perkebunan

Ia percaya bahwa Kopi Cokelat andalanya memiliki pangsa pasar yang bagus dan prospeknya cerah kedepan karena banyaknya penikmat kopi, baik di Indonesia maupun Luar Negeri.

Sebelum memutuskan terjun untuk berwirausaha, pria yang akrab disapa Mas Nano ini memiliki aktivitas dan pekerjaan Seorang pemandu lokal bidang pariwisata dengan berpenghasilan 1.2 juta per bulan

Modal awalnya 1 juta cetusnya, digunakan untuk membeli packaging dan operasional

Lantas iapun menceritakan waktu pertama kali usaha, ia menjual produk kopi Q Cokelat hanya didepan rumah, tepatnya teras rumah yang di sulap secara sederhana, walaupun hanya dari rumah pertama kali buka Nano bisa mendapatkan 2 juta dari pengunjung yang berwisata di Bigaran Borobudur.

Kini lambat laun ada beberapa varian rasa dan bentuk dari bahan kopi dan cokelat di tambah produk baru gula semut yang diminati masyarakat.

Ditanya lebih jauh produk yang paling laris adalah Bubuk cokelat dan harga 30rb per 200 gram di Q Cokelat.

Walaupun saat ini mengalami sedikit penurunan karena banyak wisata tutup , sebelum pandemi Q-Cokelat mampu meraup omset hingga 20 juta lebih dalam sebulan.

Dalam usaha kopi ini iapun banyak bercerita bahwa dengan berbisnis kopi cokelat, ia banyak mendapatkan relasi dan konsumen bervariasi dan berbagai karakter, namun ia juga sering gigit jari disaat konsumen banyak melakukan pembelian dan membayar dengan cara tempo.

Lebih lanjut di Indonesia sendiri pangsa pasarnya tidak begitu sulit, karena produk yang dihasilkan juga bisa dipasarkan secara online, sehingga iapun mampu menjangkau penjualan seluruh negeri.

Agar bisnisnya terus berkembang Nano menekankan untuk terus memperhatikan dan mempertahankan kualitas dan edukasi produk kepada konsumen.

Iapun memberikan tips bagi yang mau terjun ke bisnis serupa, untuk terus memperbanyak ilmu dalam menjalani bisnis, mulai awal sampai di pemasaran dan iapun selalu terbuka bagi pemain baru yang ingin belajar membuat produk olahan di usahanya.

Produknya sendiri saat ini sudah dipasarkan secara online dan offline dan tentunya ditengah perkembangan jaman digital Q-cokelat juga hadir di marketplace. – Doc Ardi

Related Articles

Back to top button